Belajar Ngaji

28 09 2007

Hidup ini memang singkat. Sangat singkat. Lihat saja, masih basah ingatan dibenakku waktu aku kecil dulu kakak sepupuku mengajariku mengaji –lebih tepatnya belajar membaca alqur’an–, hari ini buah hatiku sudah lima setengah bulan tinggal di bumi Allah. Dan aku harus siap mengajarinya mengaji dua atau tiga tahun lagi.

kaligrafi01Dulu itu, cara kakakku mengajar sangat keras. Setiap selesai sholat maghrib, aku harus sudah siap dengan tuturutan (sekarang istilahnya buku iqro). Diruang tamu rumah kakekku yang dindingnya terbuat tembok bata sebatas pinggang dan keatasnya dari bilik kayu. Di bawah pancaran sinar petromak aku siap dengan tutunjuk (potongan lidi yang digunakan untuk menunjuk huruf-huruf Alqur’an yang sedang dibaca) ditangan kanan. Sementara tangan kiriku harus selalu di atas meja. Bila aku salah ketika membaca, maka sebatang lidi akan mendarat mulus di jari tangan kiri, prat… Dan itu berulang setiap kali aku salah membaca kalimat-kalimat Alqur’an dalam tuturutan. Tak terasa air matapun berlinang, bukan hanya karena sakit di jari tangan tapi juga karena tekad ingin cepat bisa membaca Alqur’an.

Alhamdulillah, berkat ketelatenan kakak sepupuku itu akhirnya aku lancar membaca Alqur’an. Tibalah saatnya aku bergabung dengan kawan-kawanku yang lain, yang juga sudah bisa membaca Alqur’an untuk belajar mengaji pada seorang ustadz yang biasa kami panggil Akang (dalam bahasa sunda berarti Kakak).

Disana aku belajar lebih banyak tentang tauhid, tata cara ibadah, ahlak dll. Biasanya setelah belajar mengkaji, rekan-rekan sebayaku langsung pulang sebelum isya atau setelah isya. Entah kenapa –lupa kenapanya– aku biasanya ikut ngaji bersama kakak-kakak yang lebih senior. Ada banyak hal yang menarik hatiku untuk tetap tinggal hingga mereka semua pulang. Salah satunya adalah kebiasaan Akang yang suka mendongeng. Akang itu kalo mendongeng sambil dipijitin oleh salah satu muridnya :) . Satu dongengnya yang masih terngiang-ngiang di benakku adalah kisah tentang Ashabul Kahfi. Kisah tentang tujuh orang pemuda yang mencintai Allah dan ditidurkan Allah selama beratus tahun didalam gua bersama satu anjing mereka. (Mengenai jumlah ini ada perbedaan pendapat, ada yang mengatakan 6 pemuda plus seekor anjing ada juga yang mengatakan 7 pemuda dengan seekor anjing).

Sayangnya, orang tuaku memindahkanku ke Bogor waktu aku duduk di kelas 5 SD. Maka aku harus rela meninggalkan tempat belajar ngaji yang sekarang sudah menjadi pondok pesantren. Akang sendiri sudah menemui Robb-nya beberapa tahun silam, semoga Allah menerimanya dan menempatkannya disisi-Nya.

Kembali ke belajar ngaji, yang salah satunya adalah belajar membaca Alqur’an. Dulu aku mengira bahwa semua orang islam belajar mengaji dan bisa membaca Alqur’an, karena semua kawan-kawan kecilku bisa. Tapi betapa tercengangnya ketika aku duduk di bangku SMA (sekarang SMU) melihat kenyataan yang menyedihkan. Ternyata banyak diantara rekan-rekan sekelasku dan mungkin sesekolahan yang belum lancar membaca Alqur’an bahkan buta huruf Alqur’an.

Mungkin dari kenyataan yang ada dalam masyarakat Islam bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang belum bisa membaca Alqur’an, maka kini lahir beberapa metode belajar membaca alqur’an dengan cara yang mudah, simpel dan singkat. Ada metode Iqro, metode An Nur, metode Qiroa’ti dan sebagainya. Tinggal pilih saja. Bahkan beberapa minggu yang lalu saya berkenalan dengan ustadz Umar, beliau menuturkan kisahnya tentang keberhasilannya menemukan metode belajar membaca Alqur’an hanya dalam waktu dua jam, subhanallah.

Jadi sekarang kalau mau belajar mbaca Alqur’an itu mudah, asalkan mau berniat dengan sungguh-sungguh dan melangkahkan kaki untuk mulai belajar.

Mari saudaraku kita belajar ngaji, belajar Alqur’an, pahami maknanya dan kita amalkan isinya. Insya Allah, Allah akan menyelamatkan kita pada hari dimana taka ada satupun yang dapat melindungi kita selain Allah Robbul ‘Alamin. Amin.

“…Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS 65:4)


Tindakan

Information

5 tanggapan

1 06 2008
Mardansyah

saya mau belajar mengaji, apakah dikalimantan timur ada cabangnya .

2 06 2008
chaqiel

afwan pak mardan. mungkin pak mardan bisa menghubungi penyedia private-nya langsung, saya sendiri belum punya alamat/notelp mereka.
semoga niat baik bapak dimudahkan Allah.

31 10 2008
zahra

assalamu’alaikum
afwan an bsa di tranfer tentang metoe an-nur seperti pa dalam sistem pembelajarannya tao kelebiha metode itu dengan metode iqro’? dan apa da cabang yang di jogja? sebelumnya jazakallah khair..
wassalamu’alaikum

31 10 2008
chaqiel

coba cek disini mba…

22 11 2008
Sandy Gunawan

Assalaamualaikum..kebetulan saya juga lagi ngajarin anak saya ngaji pake metode Iqro, tapi susah juga ya kalau anaknya ngak ada kemauan belajar ngaji, pake metode apa ya yang bisa bikin anak seneng belajar ngaji, tolong kasih tipsnya dong. syukron

Tinggalkan komentar